Posted by: agustan | May 27, 2008

Kultus Individu?

Berbeda dengan Indonesia yang rata-rata memberikan nama kota tidak dengan nama orang, Australia justru sebaliknya. Hampir semua ibukota negara bagian di Australia berasal dari nama orang, kecuali Perth ibukota Western Australia. Perth didirikan oleh Kapten James Stirling pada tahun 1829 dengan untuk menghormati salah seorang tokoh Inggris yang bernama Sir George Murray yang lahir di Perth, Skotlandia.

Untuk Sydney, ibukota New South Wales yang berasal dari nama Thomas Townshend Lord Sydney yang diberikan oleh Arthur Philip tahun 1788. Konon Lord Sydney inilah yang memerintahkan Arthur Philip untuk membuat daerah pemukiman baru di benua baru yang ditemukan.

Melbourne, ibukota Victoria, berasal dari nama Lord Melbourne, perdana menteri Inggris sekitar tahun 1830-an.

Brisbane, ibukota Queensland, berasal dari nama Sir Thomas Brisbane, salah seorang gubernur New South Wales tahun 1821-1825.

Hobart, ibukota Tasmania, berasal dari nama Lord Hobart (Robert Hobart) seorang politisi Inggris yang terkenal.

Yang menarik adalah Darwin, ibukota Northern Territory. Nama ini diberikan untuk mengenang Charles Darwin yang mengusulkan teori evolusi.

Adelaide, ibukota South Australia, berasal dari nama Queen Adelaide, permaisuri dari Raja William IV.

Yang terakhir adalah ibukota Australia, yaitu Canberra. Nama diberikan oleh Lady Denman, istri Gubernur Jendral Lord Denman pada tahun 1913. Kota ini dibentuk untuk mengakhiri rivalitas Sydney dan Melbourne sebagai ibukota negara. Canberra berasal dari bahasa Aborogin yang berarti ‘tempat bertemu’.

Walaupun demikian, nama-nama pemukiman lainnya selalu menggunakan nama asli dari Aborigin. Misalnya nama kota Kalgoorlie sebagai lokasi tambang emas, yang katanya artinya adalah anjing Aborigin (dingo?) sedang mengejar kanguru.

Dari strategi penamaan lokasi pemukiman ini, sangat terlihat bahwa ‘Kaum Politisi’ lebih dikultusindividukan di Inggris-Australia. Padahal apabila kalau dipikir, kota-kota tersebut berasal dari proses koloni yang dimulai dari pendaratan kapal perang yang pasti mempunyai Kapten masing-masing. Misalnya Kapten James Stirling yang membuka wilayah Western Austrlia dan Admiral Arthur Philip yang membuka wilayah timur, khususnya Sydney.

Kaitannya dengan Indonesia? Kata Bung Karno ‘Djasmerah’, djangan sekali-kali melupakan sedjarah…Mungkin ini yang ditiru oleh Australia dengan memberikan nama pada orang yang mereka anggap berjasa, dan juga karena proses pembentukannya yang melalui proses kolonial dan baru mulai pada tahun 1700-an. Kota-kota di Indonesia mempunyai sejarah yang lebih panjang, tetapi tetap saja nama kotanya tidak ada yang berasal dari nama orang. Dalam hal ini Indonesia mungkin lebih baik?

Hidup Indonesia…

Aku bangga menjadi anak Indonesia (AT Mahmud dinyanyikan oleh Tasya, 2002).


Responses

  1. salam kenal cappo
    wah senangnya rupanya qta sudah bikin blog juga…

    keep writing boss

    sa liat tulisanta bagus, lumayan bagus perspektifnya…
    mungkin qta tertarik ikut nulis utk panyingkul
    qta tahu dan penah kunjung ji to webnya panyingkul dot com?

  2. Hehehe, Daeng Rusle…Salah satu usaha untuk menyebarluaskan tata cara penulisan nama kota yang benar…tanggung jawab moral sebagai seorang geodesi ces hehehe. Nah berhubung Daeng Rusle di Kalimantan, bisa tidak menentukan mana yang benar, Palangkaraya atau Palangka Raya?

  3. Salut untuk Daeng Uttank, kemaren di metro TV ada acara semacam “jelajah” untuk mencari nama-nama pulau terluar Indonesia, cuma kok anggota tim nya nggak ada yg dari Geodesi yah…come on guys it’s time to exist.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: