Posted by: agustan | May 31, 2008

Gunung Emas

Salah satu stasiun kereta yang ramai di Nagoya-Jepang adalah ‘Kanayama’. Kanayama dilintasi oleh Japan Railway (JR), Meitetsu (salah satu perusahaan transportasi) dan juga oleh kereta bawah tanah (subway atau ‘chikatetsu’ lintasan ‘Meijo’ yang berwarna ungu).

Nama lokasi ini menarik karena secara harfiah berarti gunung emas. Mempelajari nama lokasi di Jepang lebih sulit karena ditulis dalam huruf kanji yang mempunyai makna tertentu tetapi pengucapan yang berbeda. Sebenarnya akan lebih mudah jika kita sudah mengerti dari makna kanjinya.

Kanayama ditulis dengan kanji 金 (emas) dan 山 (gunung), tetapi daerahnya sendiri ternyata tidak bergunung alias relatif datar. Saya jadi bertanya-tanya dari mana asal nama gunung emas tersebut dan akhirnya saya mendapatkan penjelasan tentang maknanya dari guru bahasa Jepang di kampus. Penjelasannya sendiri hanya hikayat juga, tidak ada referensi resmi. Menurutnya, nama gunung emas itu merupakan suatu harapan, karena daerah Kanayama sendiri adalah daerah yang ‘baru dibuat’ artinya ada unsur perencanaan dan alokasi pembangunan kota di sana. Sebelumnya pusat bisnis di Nagoya terletak di sekitar kota lama dan untuk membuat pemerataan ke arah selatan-timur maka dibuatlah suatu lokasi bisnis baru dengan membangun infrastruktur yang lengkap. Sarana transportasi dan gedung bisnis, pertemuan dan perkantoran dibangun. Dengan banyaknya jumlah gedung tinggi untuk kegiatan bisnis didukung dengan infrastruktur yang lengkap, memberikan inspirasi dan harapan untuk kesuksesan dalam ekonomi. Sehingga gedung tinggi tersebut diasosiasikan sebagai ‘gunung’ dan kesuksesannya sebagai ’emas’.

Dengan demikian lokasi tersebut memberikan arti yang tersirat yaitu jika ingin sukses berbisnis di Nagoya, silahkan memilih lokasi di ‘Kanayama’ tempat di mana emas akan ditemukan.

Menariknya lagi, kanji emas sendiri 金 secara tersirat melambangkan suati usaha keras…hal ini tercermin dari bentuknya yaitu bentuk segitiga atas yang melambangkan gunung dan garis sisi miring yang menggambarkan proses penggalian untuk mendapatkan emas dalam perut gunung. Mungkin falsafah ‘kerja keras untuk sukses’ dimulai dari sini…

Saya jadi teringat dengan suatu lokasi penambangan batu di daerah yang bernama ‘Kunyit’ dekat Kota Telukbetung, Lampung. Beberapa cerita rakyat menyebutkan bahwa dalam perut gunung batu yang ada di sana terdapat emas yang berbentuk patung kuda…maka mulailah orang-orang berdatangan untuk menggali gunung yang ternyata sangat keras karena murni gunung batu. Secara tidak langsung mereka menambang batu dari gunung tersebut bisa dijual dan lama kelamaan menjadi mata pencaharian tetap masyarakat. Sampai sekarang patung kuda emasnya belum ketemu tapi emas-emas dari hasil kerja keras menambang batu sedikit demi sedit terkumpul. Salah satu cara orang dahulu tuk memotivasi sifat kerja keras…

…Hai orang yang berkemul (berselimut), Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, Dan perbuatan dosa tinggalkanlah, Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah”.(QS. Al-Mudatsir:1-7).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: