Posted by: agustan | May 31, 2008

Toponimi di wilayah Jakarta

Jakarta, ibukota Republik Indonesia, mempunyai sejarah yang lebih panjang dari Indonesia itu sendiri. Sejak bernama Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia atau Betawi dan kembali menjadi Jakarta. Sejarah panjang Jakarta bisa dibaca  pada buku PERKEMBANGAN KOTA JAKARTA tulisan Dr. Abdurracman Surjomihardjo, yang merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Research Kebudayaan Nasional (LRKN) Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) dengan Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta yang kini menjadi Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, dan bisa diunduh di bagian e-book pada http://www.budayajakarta.com/idx.php.

Dari beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian nama suatu lokasi di wilayah Jakarta mempunyai karakteristik:

1 Nama tempat tersebut berdasarkan suatu peristiwa sejarah yang benar – benar terjadi. Suatu peristiwa yang dianggap masyarakat setempat sangat penting dan selalu menjadi patokan atau dikaitkan dengan nama tempat peristiwa itu terjadi.

2. Nama tempat tersebut dikaitkan dengan vegetasi atau tumbuh – tumbuhan yang banyak ditemukan disuatu tempat. Nama tumbuh – tumbuhan yang banyak di suatu tempat, lama kelamaan menjadi nama tempat tersebut.

3. Nama tempat tersebut dikaitkan dengan nama seorang tokoh yang pernah bermukim atau yang memiliki tempat tersebut. Karena terkenalnya seseorang disuatu tempat, maka menyebabkan masyarakat lebih mengenal tokoh tersebut, lama kelamaan nama tokoh itu menjadi menjadi nama tempat dan sekaligus sebagai penanda tempat atau kampung.

4. Nama tempat tersebut dikaitkan dengan bentukan alam atau letak suatu ditempat tertentu. Masyarakat mengaitkan nama suatu tempat dengan bentukan alam yang khas di suatu tempat

5. Nama suatu tempat atau kampung dikaitkan dengan konsentrasi sekelompok orang. (pendatang) yang bermukim di suatu tempat tertentu. Masyarakat setempat mengaitkan nama suatu tempat dengan nama suku atau nama etnis ataupun nama tempat asal pendatang yang mendiami tempat tersebut.

6. Nama suatu tempat atau kampung dikaitkan dengan nama hewan atau nama binatang yang banyak ditemukan ditempat tersebut.

Nama tempat di Jakarta lazim dijumpai menggunakan kata ‘pondok’, ‘kampung’, ‘rawa’, ‘kali’, dan beberapa nama khas lainnya. Tetapi saat ini, seiring dengan maraknya pembangunan kota dan arus informasi dari berbagai negara, beberapa lokasi khususnya pemukiman mengadopsi nama-nama dari luar negeri, misalnya ‘Billabong’, ‘Venesia’ dan lain sebagainya.

Jakarta oh Jakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: