Posted by: agustan | June 6, 2008

Beyond Worry

Bogor, adalah salah satu kota yang populer di Indonesia yang terletak di Jawa Barat, sekitar 60km selatan Jakarta. Sejarah panjang kota ini menurut para ahli dimulai sejak akhir zaman kejayaan kerajaan Pajajaran dan juga identik dengan ‘Pakuan’. Sejarah mencatat kalau Pakuan adalah suatu peradaban agraris yang rakyatnya tidak pernah kelaparan.

Nama Bogor sendiri berasal dari pengucapan oleh penduduk sekitar yang mengacu kepada ‘Buitenzorg’ istilah yang dikenalkan oleh orang Belanda waktu itu, sekitar tahun 1800-an. Nama ini diberikan oleh Belanda karena daerah ini merupakan daerah yang indah saat itu, dan menjadi lokasi untuk pesiar, istrahat dan melepas lelah. Terjemahan bebas dari Buitenzorg ini adalah ‘di luar kesibukan atau di luar kejenuhan’ atau ‘beyond worry’. Bisa dibayangkan suasana waktu tempuh antara Batavia ke Buitenzorg dengan berkuda dengan suasana alam yang masih asli, hijau dan segar…

Bogor juga terkenal dengan istana Bogor, kebun raya Bogor, Institut Pertanian Bogor dan manisan Bogor.

Tetapi, hari ini ada berita : “Penyapu Jalan Tewas Kelaparan Rabu 4 Juni 2008, Jam: 8:18:00 BOGOR (Pos Kota) – Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak seiring kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memunculkan beragam kisah pilu. Seorang penyapu jalan tewas di pinggir jalan Sukasari, Bogor Timur, Selasa (3/6) siang. Diduga, Adin, 46, petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bogor, itu meninggal dunia karena kelaparan. Ia hanya makan satu kali sehari karena harus berbagi dengan ketiga anaknya.”

Hal yang sangat menyedihkan, sungguh ironis, di kota di mana terdapat sekolah pertanian, ada rakyat yang MATI karena KELAPARAN. Adin sudah menemukan makna yang paling hakiki dari Buitenzorg yaitu ‘di luar kejenuhan hidup’, jenuh dengan hidup yang penuh penderitaan dan meninggalkan kejenuhan itu dengan cara yang paling hakiki…karena KELAPARAN. KELAPARAN adalah suatu keadaan yang membuat khalifah Umar R.A. di zamannya bersedia memanggul sendiri sekarung beras dari gudang ke rumah salah satu warganya yang tidak mempunyai makanan.

Buitenzorg bukan lagi ‘beyond worry’ tetapi sudah menjadi ‘pettu peru’ (putusnya rasa kasih sayang -Bugis). Bogor sudah gagal memenuhi hak yang paling hakiki rakyatnya, yaitu ‘bebas dari rasa lapar dan bebas dari rasa takut’  (Q.S. 106:4).
 


Responses

  1. Jangan Putus asa… tak perlu kita menyalahkan orang aain,,,, tapi harus kita upayankan untuk saling bantu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: