Posted by: agustan | June 22, 2008

Aceh

Aceh, nama yang merepresentasikan wilayah di ujung utara Pulau Sumatra. Wilayah tersebut saat ini bernama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Aceh merupakan identitas yang dikenal luas sejak dahulu. Ada beberapa versi yang menceritakan asal mula nama Aceh beserta artinya seperti yang dirangkum di bawah ini.
1. Versi becanda: Aceh singkatan dari Arab, Cina, Eropa dan Hindia, berdasarkan diversity ras yang terdapat di wilayah ini. Legenda ‘si mata biru’, tampang mirip Arab, Cina dan India banyak dijumpai di Aceh, sehingga muncul singkatan ini.
2. Versi dari Waled Said Ali Abdullah azZahir, salah seorang tokoh Aceh. Menurutnya kata Aceh berasal dari bangsa India, ‘Atjcha’ yang artinya baik. Pendapat beliau dulu banyak orang dari India datang untuk menetap maupun berbisnis ke ujung Pulau Sumatra. Ketika ada yang pulang ke kampungnya, mereka berpapasan dengan pendatang-pendatang lainnya di tengah lautan. Lalu terjadilah komunikasi singkat. Para pendatang bertanya, “Hoi, gimana keadaan di negeri yang sudah tuan kunjungi?”. Singkat, padat dan sambil goyang kepala kiri kanan, mereka menyahut, “atjcha….atjcha!!!” (baik..baik…). Lama kelama, melalui proses sejarah yang relatif panjang, penekanan kata sedikit berubah. Kata ‘Atjcha’ menjadi seperti apa yang kita kenal sekarang, Atjeh atau Aceh. (Jauhari, 2005)
3. Versi lainnya: asal mula daerah yang bernama Aceh sebenarnya adalah Lambri atau Lamiri (berdasarkan info dari Marcopolo). Tetapi setelah kedatangan Portugis, nama Lambri tak tersebut lagi, melainkan Achem (Atjeh). Orang Portugis dan Italia biasanya mengatakan Achem, Achen, Acen dan orang Arab menyebutkan lagi Asyi, atau juga Dachem, Dagin, Dacin. Penulis-penulis Perancis mengatakan: Achem, Achen, Achin, Acheh. Orang Inggris menyebut: Atcheen, Acheen, Achin. Akhirnya orang Belanda menyebutkan: Achem, Achim, Atchin, Atchein, Atjin, Atsjiem, Atsjeh, dan akhirnya Atjeh.

Orang Aceh sendiri mengatakan “Atjeh”, begitu pula nama daerah ini tersebut di dalam tarich Melayu, undang-undang Melayu, di dalam surat-surat Atjeh lama (sarakata) dan pada mata-mata uang Atjeh, emas (derham), uang timah (keuëh) Atjeh dan sebagainya disebut Atjeh. Tentang asal nama ini belum ada keterangan yang jelas. Di dalam tarich Kedah (Marong Mahawangsa) dari ± tahun 1220 M/ 517 H. Aceh sudah tersebut sebagai satu negeri di pesisir Pulau Pertja (Sumatera). Orang Portugis Barbosa (1516 M/922 H) yaitu orang Eropa yang datang menyebut: Achem dan lagi buku-buku sejarah Tionghoa (1618 M) yang mengenai Aceh mengatakan A-tse. Bentuk yang lebih tua lagi ialah Tadji atau Tashi, yang bagi orang Tionghoa berarti segala negeri Islam: atau pun sebutan kepada negeri Pasai. Pa menjadi Ta. (Sumber: Forbes).

Saat ini Aceh mulai berbenah dan membangun, utamanya sejak damai menjadi harapan bersama setelah perang dan bencana alam yang mahadahsyat. Beberapa kali kunjungan ke Aceh, harapan untuk itu selalu ada, walaupun beberapa tantangan berat masih terbentang. Semoga kelak menjadi ‘lebih atjcha’, makmur sentosa, baldathun thoyyibah warobbun ghofuur…


Responses

  1. salam…

    terima kasih ya… atas bacaannya,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: