Posted by: agustan | August 14, 2008

Harapan Emas

Beberapa waktu yang lalu, saya ada kesempatan tuk hadir dalam Asia Oceania Geoscience Society (AOGS) meeting di kota Busan, Korea Selatan. Sesampainya di Korea, yang pertama dalam pikiran adalah tulisan Koh Young Hun yang pernah dimuat di KOMPAS “Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia” (http://indonesian.co.kr/board/bbs/board.php?bo_table=Berita_Korea&wr_id=31). Gambaran dari tulisan itu terlihat jelas dalam suasana kehidupan di Busan. Memang semuanya akhirnya kembali ke mental alias ‘karakter’ kalo kata geng truf radikal hehehe. 

Arti kata Busan menurut Pak Kim, adalah gunung harapan, ‘bu’ menurut beliau adalah harapan dan ‘san’ adalah gunung (sama dengan China dan Jepang ya?). Busan apabila dilihat dari udara, memang topografinya termasuk daerah susah…tetapi saat ini, penuh dengan bangunan tinggi dengan infrastruktur yang lengkap. Bandara internasionalnya bernama Kimhae atau Gimhae airport, yang menurut Pak Kim artinya ‘cawan emas’. Sepertinya emas itu memang identik dengan kejayaan dan kesenangan ya…Tetapi tetap aja filosofinya adalah: harapan trus usaha dan akhirnya kejayaan akan diraih…Selain itu saya juga dapat kenang-kenangan berupa kumpulan cerita rakyat Korea, dan setelah membacanya, saya bisa sedikit mengerti karakter mereka yang ‘keras’ tetapi sangat menghormati orang tua.

Alhamdulillah, saya juga sempat sholat Jumat di Mesjid Busan, yang terletak agak di luar pusat kota, tetapi bisa dijangkau dengan kereta bawah tanah (subway). Mesjidnya besar dan lapang, jamaahnya multi-ras, tetapi imamnya orang Korea asli.

‘Jika hamba-Ku mendekat pada-Ku sejengkal, Aku mendekat padanya sehasta,
Jika hamba-Ku datang pada-Ku dengan merangkak, Aku datang padanya dengan berjalan,
Jika hamba-Ku datang pada-Ku dengan berjalan, Aku datang padanya dengan berlari’

감사합니다
busan_mosq

Petunjuk ke Mesjid

mesjid Busan

mesjid Busan


Responses

  1. wiih bagus ya mesjidnya.. pantas salah satu tujuan pemerintah Korsel dalam sektor pariwisata adalah menarik pangsa pasar Muslim untuk berkunjung ke Korea, yang antara lain katanya dgn menjamin kemudahan beribadah, memperbanyak rumah makan halal, dsb.

  2. Pak Agustan,
    Saya sendiri tidak ingat apakah pernah berkenalan dgn Pak Agustan. Sekarang sudah purnabhakti dari Geodesi ITB dan BAKOSURTANAL, tapi masih banyak terlibat hal Toponimi, IDSN, MRA Geoinformatics/ Geomatika. Saya angkat topi hal tulisan tentang toponimi nama-nama Jakarta. Apakah Anda mendalami hal ‘indegenous’ geographical names. Memang ada domestic political implications menurut saya. Lihat website UNGEGN. Saya sendiri lulusan SMP/SMA Jalan Thamrin Makassar tahun 1957 dan langsung ke Bandung. Mohon alamat emailnya.

  3. Wah, saya jangan dipanggil Pak donk, saya kan murid Bapak dulu yang tidak bisa buat program grafik distribusi gauss di matakuliah ‘Analisis Numerik’ Pak hehehe….Kemudian Bapak juga yang dulu memberikan surat rekomendasi ke Prof. Featherstone di Curtin Uni agar saya bisa lanjut S-2…Bimbingan ilmu dan bantuan Bapak tidak mungkin saya lupa Pak…email saya di uttank@gmail.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: