Posted by: agustan | September 24, 2008

Desa yang hilang

Pemutakhiran peta memang terus menerus dibutuhkan, karena selain adanya penambahan unsur baru karena pemekaran daerah, ternyata ada juga karena hilangnya suatu unsur. Kalau dibilang hilang sebenarnya tidak sesuai tetapi mungkin lebih tepat jika disebut perubahan unsur. Sebagai contoh adalah tragedi di Sidoarjo, Jawa Timur. Beberapa desa berubah menjadi ‘danau’ atau mungkin lebih tepat disebut ‘kubangan lumpur’. Beberapa aspek ilmiah terkait dengan fenomena ini bisa ditemukan jika kita ‘goggling’ dengan kata kunci ‘lumpur lapindo’, ‘porong’, ‘lula bin lusi’ dllsb.

Terkait dengan toponimi, yang pernah dibahas adalah tulisan di KOMPAS dengan judul ‘Mereka yang dihapus dari Peta’ (http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/25/07534576/mereka.yang.dihapus.dari.peta). Sebagai seorang kartografer, menghapus suatu unsur dari peta sih pekerjaan yang gampang, tapi begitu membayangkan mereka yang harus pergi dari desanya, rasanya sangat perih di dada…Dari data versi tahun 2000-an tercatat ada beberapa nama desa yang ‘dihapus’ yaitu: Siring, Gedang, Mindi, Pajarakan, Besuki, Keboguyang, Glagah Arum, Gempolsari, Kali Tengah, Kali Sampurno, Kendensari, Ketapang, Kedungbendo, Renokenongo  dan Jatirejo.

Untuk itu saya coba melihat perubahan muka tanah (surface deformation) daerah tersebut dengan menggunakan citra satelit ALOS PALSAR waktu pemotretan Agustus 2007 dan Februari 2008 yang dianalisis dengan metode interferometri (InSAR).

Jika kita zoom lebih detail ke sekitar lokasi, bisa kita lihat beberapa siklus warna, yang mencerminkan 10cm perubahan untuk 1 siklus warna (color cycle).

Kita bisa membuat profile dan melihat perubahan muka tanahnya dalam kurun waktu 6 bulan

Di sini kita bisa melihat dalam waktu 6 bulan terjadi penurunan 40cm di ‘bekas’ Desa Jatirejo dan kenaikan sebesar 20cm di ‘bekas’ Desa Kedungbendo.

Yan namanya kehendak dari Yang Mahakuasa, tidak ada yang bisa menahan, sekarang kita sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk menanggulangi dampak sosial yang mungkin bisa dikategorikan ‘tragedi sosial’. Sebaiknya usaha relokasi juga jangan asal-asalan, sebaiknya memperhatikan lokasi yang ‘kemungkinan’ mengalami deformasi…

Di bulan Ramadhan ini, kalau bisa zakat, infaq dan sadaqah kita disalurkan ke saudara-saudara kita yang ‘hilang dari peta’ ini…Mari perbanyak infaq dan sadaqah di bulan penuh berkah dan sama-sama berdoa semoga ‘mereka yang dihapus dari peta’ senantiasa diberi ketabahan dan segera diberikan kehidupan yang lebih baik dan yang terpenting bencana sempuran lumpur segera berhenti. Amiin ya Allah ya Rabbal Aalamiin.


Responses

  1. dengan pengalaman lagi.
    di Kota Sukabumi banyak nama tempat yang hilang, padahal memiliki arti dan sejarah yang penting. hilannya nama tempat tersebut…
    ya berdasarkan temuan dilapangan…
    1. malu mengunakan nama tempat, dengan alasan malu, seperti ada tempat kampung Rawabangke (rawa dan bangkai) menjadi Sukawarna.
    2. hilang karena pembangunan perum seperti kampung Sanggupati (sanggup-mati), Cigombong (bambu gombong), Cirenik, pangaritan (tempat menyabit rumput).
    3. penguasa pada saat menjabat, sembarang mengganti nama dengan alasan tidak layak, tidak pantas, Jubleg (kolam air) jadi Sukasari.
    4. karena berpindah tempat. ada lembur (sebutan tempat yang lebih kecil, dibawah kampung) yang dihuni oleh 3-4 rumah bersaudara, dan suatu ketika penghuninya pindah dari tempat itu. akhirnya nama tempat tersebut tidak dikenal lagi, dan akhirnya hilang.
    perihatin ……prihatin
    semangat

    • Hehehe, sepertinya ada 2 konteks yang berbeda ya, desa yang hilang secara fisik dan desa yang hilang secara nama hehehe…iyya tuh seharusnya kita tetap bangga dengan penggunaan nama lokal untuk lingkungan kita…jangan yang berbau barat melulu🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: